Download now! Coba aplikasi android berita unik xyz di playstore sekarang!

7 Cara Minta Maaf Yang Tidak Bisa Dipercaya

7 Cara Minta Maaf Yang Tidak Bisa Dipercaya

7 Cara Minta Maaf Yang Tidak Bisa Dipercaya | Kumpulan Berita Unik dan Menarik – Saat pasangan melakukan kesalahan, kemudian Anda emosi karena hal tersebut, biasanya Dia akan meminta maaf. Dia mengharapkan Anda dapat memaafkan kesalahannya. Sayangnya hati Anda yang telah kesal, dicampur dengan rasa cinta, takut kehilangan, jengkel, tidak suka, dan lain-lain yang berkumpul jadi satu terkadang membuat Anda susah untuk berpikir jernih. Kadang cara Dia minta maaf tidak terlihat serius namun Anda malah merasa yakin dan dengan gampang memaafkan begitu saja. Sebaliknya, Dia yang benar-benar menyesal serta dengan serius juga tulus meminta maaf Anda justru mengabaikannya 

Memang hal itu wajar, karena semua itu tergantung dari perasaan Kamu ke Dia, seberapa besar cinta Kamu, atau sepenting apa Dia dalam hidup Kamu. Bahkan bukan hanya itu, jenis kesalahan yang Dia lakukan juga berpengaruh besar.

Berkaitan dengan kesalahan dan minta maaf, ada beberapa cara minta maaf dari si Dia yang tidak pantas dipercaya. Agar tidak salah dalam ambil keputusan, baca langsung cara-cara minta maaf yang tidak pantas Kamu percaya.

1. Dia memberikan suatu ancaman jika Kamu tidak memaafkan dirinya. Misalnya saja akan menyakiti diri sendiri, akan pergi, atau yang lebih mengerikan mengancam akan menyakiti Kamu. Jika cara meminta maaf Dia seperti ini, jelas tidak bisa dipercaya. Dia pada dasarnya tidak ingin mengakui kesalahannya. Yang Dia inginkan, Kamu tidak akan lagi mempermasalahkan kesalahan itu meskipun bisa saja Dia akan mengulangi lagi. Contohnya “Lebih baik Aku mati jika Kamu tidak mau memaafkan Aku”, “Lebih baik Aku pergi jika Aku tidak mendapatkan maaf dari Kamu”, atau yang mengerikan “Ok, Kamu tidak mau memaafkan Aku. Jangan harap mendapat belas kasihan lagi dari Aku”

2. Dia minta maaf tapi justru memposisikan diri sebagai korban. Biasanya ini menyangkut perselingkuhan. Dia justru menuduh selingkuhannya sebagai pelaku, perayu, atau sebagai pengendali atas perselingkuhan itu dan Dia tidak punya kuasa untuk menolaknya. “Sayang, Dia itu yang selalu mengejarku. Aku tidak tahu lagi cara menghindarinya”, “Dia itu berbahaya, kalau Aku menolak pasti Dia akan menghancurkan hidup Aku”, atau yang sederhana “Aku hutang budi juga uang sama Dia, kalau Aku tidak melakukan ini aku harus membalas dengan apa?”

3. Dia tidak tahu kenapa harus meminta maaf. Intinya Dia hanya menyatakan minta maaf dan tidak ada hal lain lagi tentang kesalahan terkait yang dibahas. Bagaimana bisa dipercaya jika kesalahan sendiri saja Dia tidak tahu. Dia hanya melihat Kamu marah dan berusaha meminta maaf tanpa tahu pemicu kemarahan kamu yang sebenarnya.

4. Apa yang Dia janjikan ternyata tidak sesuai dengan buktinya. Untuk hal ini hanya bisa diketahui ketika Kamu sudah memaafkannya. Biasanya saat Dia minta maaf akan memberi janji akan merubah keadaan jadi lebih baik. Tapi dalam waktu dekat saja, Dia tidak ada upaya untuk melakukan perbaikan. Ketika Kamu terkesan lupa dengan janji itu, Dia benar-benar tidak pernah melakukannya.

5. Meminta maaf yang berlebihan. Dia berusaha menunjukkan kalau Dia menyesal saat itu. Berlutut, memeluk, atau bahkan sampai menangis juga melakukan perbuatan nekad dan kadang dilihat banyak Orang. Itu dilakukan dengan tujuan agar Kamu secepat mungkin memaafkan Dia. Terlihat tulus memang, tapi itu tetap tidak bisa dipercaya jika setelahnya dia tidak berusaha berubah dan memperbaiki kesalahannya.

6. Dia minta maaf tapi setelahnya berusaha membuat Kamu lupa dengan kesalahan Dia. Dia akan mengalihkan perhatian Kamu dengan sesuatu yang menyenangkan untuk Kamu. Tindakan cinta, hadiah, atau hal lain yang bisa membuat Kamu lupa akan kesalahannya. Padahal jika benar-benar tulus, Dia akan berusaha membuat Kamu memaafkan Dia baik dari ucapan maupun dari hati terdalam.

7. Minta maaf dan membela diri dengan mengungkit kesalahan sama yang pernah Kamu lakukan. Ini tidak bisa dipercaya bahkan bisa menciptakan kesalahan baru dimana kesalahan itu pernah juga Kamu lakukan dulu. “Alah, Kamu juga dulu pernah begitu. Maafin Aku dong, Kamu dulu juga Aku maafin” atau yang lebih halus “Sayang, maafin Aku ya. Dulu Kamu juga begitu jadi anggap saja Kita sudah impas. Aku tidak akan mengulangi lagi”.

Permintaan maaf yang bisa dipercaya hanya saat ada bukti nyata dan perubahan baik. Berani mengakui pada Istri, Suami, Pacar, dsb tentang kesalahan yang sudah dilakukan. Jika masih dengan cara yang ada diatas, benar-benar sulit untuk dipercaya.