beritaunik.xyz
Info Sehat Cantik IDInformasi Sehat & Tips Cantik Alami Awet Muda

7 Penelitian Psikologi Paling Aneh

1. Berjalan Lebih Cepat

Dari tahun 1994, hari ini, kita berjalan 10% lebih cepat. Tidak jelas mengapa 


Kekuatan sugesti memang sangat populer saat ini. Mungkin teori ini benar. Kelompok Ilmuwan telah membuktikan bahwa jika anda memegang tas di tangan sambil terpaku menatap seseorang, jika tas tersebut jatuh, orang yang anda tatap adalah orang pertama yang akan membantu Anda. Namun, mereka tidak akan merasakan kekuatan sugesti anda. Mungkin tatapan itu hanya akan membuat mereka berpikir bahwa anda gila dan lagi butuh bantuan.

5. Anjing sebagai Solusi Kekakuan Berbicara


Psikolog Hart dan Boltz pada tahun 1993 menemukan bahwa orang yang memelihara anjing memiliki kemampuan berbicara lebih dengan orang lain dibandingkan dengan orang rata-rata (yang tidak memelihara anjing). Masalahnya adalah: Anjing. Ok, begini, jika mereka kumpul bareng, para pemilik mobil misalnya, akan lebih banyak berbicara tentang mobil, para pemain sepak bola akan lebih banyak berbicara tentang sepak bola. Lalu, ngapain mereka memilih pemilik anjing? – masih misteri!

6. Makan Anjing


Masih tentang anjing yaitu studi psikologi hubungan antara manusia dan anjing. Penelitian ini membuktikan bahwa tergantung pada status sosial-ekonomi dan budaya apakah seseorang memutuskan untuk memakan anjing perliharaan mereka sendiri ketika anjing itu mati. Anda akan terkejut mengetahui bahwa rata-rata warga Amerika adalah mereka yang lebih mungkin untuk mencicipi kelezatan lauk yang terbuat dari hewan peliharaan mereka. Kasihan sekali warga Amerika dan Brazil, sedangkan Cina – you know-lah – tidak dimasukkan dalam penelitian ini.

7. Meneliti Sendiri Penyakit Stroke yang Dideritanya


Meskipun subjek penelitian tidak aneh, namun orang ini mempelajari stroke pada otaknya sendiri dan layak mendapat tempat dalam daftar penelitian psikologi aneh. Alan Hobson, seorang peneliti seputar klenik-klenik tidur dan mimpi ini mengalami stroke di pangkal otaknya pada tahun 2001 dan memutuskan untuk mendokumentasikan rincian tentang apa yang ia rasakan. Penelitian ini menjadi lebih aneh setelah anda tahu bahwa subjek Alan Hobson sebelum terkena stroke bukanlah manusia tetapi… Kucing.