beritaunik.xyz
Info Sehat Cantik IDInformasi Sehat & Tips Cantik Alami Awet Muda

Mengapa Jari Tangan dan Kaki Keriput di Dalam Air?


Mengapa Jari Tangan dan Kaki Keriput di Dalam Air? | Kumpulan Berita Unik dan Menarik – Anda pasti pernah mengalaminya, saya juga demikian. Sering kali setelah berenang, jari tangan serta kaki suka berkeriput. Bukan sekedar saat berenang, saat kehujanan hingga basah kuyup serta kedinginan biasanya Kita akan menjumpai jari-jari tangan kita berkeriput. Apakah itu satu kelainan? Sudah pasti tidak. Keriputnya jari-jari tangan serta kaki didalam air yaitu hal yang wajar terjadi, tetapi pertanyaannya kenapa hanya dibagian jari tangan serta kaki saja yang mengalami keriput? Kenapa dibagian lain badan Anda tak ditemui hal yang sama?

Saat jari-jari tangan dan kaki terendam atau terpapar air dalam waktu yang tidak sebentar, maka permukaan kulit pada bagian tersebut akan menyerap air dari lingkungannya sehingga mengembang. Hal itu tidak terjadi pada area kulit tubuh manusia yang lain, melainkan hanya pada jari-jari tangan dan kaki. Alasannya karena keunikan struktur kulit pada jari tangan dan kaki yang tidak dimiliki oleh bagian tubuh yang lain.

Mengapa Jari Keriput

Lapisan kulit terluar dari tubuh manusia disebut dengan epidermis. Pada bagian tersebut mengandung protein yang disebut dengan keratin yang berfungsi untuk memperkuat struktur kulit. Sel-sel keratin yang telah mati juga menjadi bagian dari lapisan terluar kulit. Nah, pada saat jari tangan atau kaki terendam inilah, lapisan sel-sel keratin yang telah mati tersebut menyerap air. Lapisan sel-sel keratin yang telah mati itu tidak memiliki tebal yang seragam, sehingga ketika jari tangan atau kaki tidak lagi berada di dalam air maka akan terlihat perbedaan struktur kulit yang mengembang. Perbedaan itulah yang kita kenali sebagai kulit yang keriput.

Namun, ketika saraf di bawah jari mengalami kerusakan, maka permukaan jari tidak lagi bisa menyerap air. Sehingga bisa dikatakan bahwa proses terjadinya keriput pada permukaan kulit jari tangan dan kaki akibat dari penyerapan air terjadi secara involunter atau tidak sesuai kehendak. Pada kenyataannya, terjadinya keriput pada jari tangan dan kaki tersebut terjadi akibat dari proses konstriksi (penyempitan) pembuluh darah yang berada di dalam struktur anatomi jari tangan dan kaki.

Lapisan sel-sel keratin yang telah mati paling tebal terdapat pada bagian jari tangan dan kaki dibandingkan dengan area kulit lainnya pada tubuh manusia. Itulah mengapa kulit yang keriput (saat terendam air) hanya ditemui pada bagian jari tangan dan kaki saja, tidak di bagian yang lain. Dalam keadaan normal, pada lapisan epidermis jari tangan dan kaki sebenarnya terdapat lapisan minyak yang diproduksi oleh kelenjar sebaseus yang disebut sebum. Saat jari tangan dan kaki terendam atau terpapar air dalam waktu lama, maka lapisan minyak tersebut akan hilang tersapu oleh air, itulah mengapa pada akhirnya air dapat terserap ke dalam struktur lapisan epidermis kulit jari. Kalau lapisan minyak belum tersapu, maka sulit bagi lapisan kulit untuk bisa menyerap air, karena terhalang oleh lapisan minyak.

Kulit yang Keriput (akibat terendam air) Memiliki Fungsi Khusus

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti disimpulkan sementara bahwa keriputnya jari tangan dan kaki ketika berada di dalam air merupakan suatu produk evolusi dari manusia. Menurut mereka, keriput pada jari tangan dan kaki berfungsi untuk memperkuat genggaman (tangan) dan cengkraman (kaki) pada permukaan yang licin. Hal itu berguna bagi manusia zaman dahulu ketika mereka mencari makan saat keadaan hujan, keriputnya jari tangan dan kaki membuat mereka lebih mudah ketika hendak memetik buah. Sementara fungsi keriput pada jari kaki terlihat pada saat mereka berjalan di permukaan yang licin (akibat hujan), keriput tersebut memperkuat cengkraman kaki pada permukaan yang licin. Bayangkan saja jika lapisan minyak pada pemukaan jari tangan dan kaki tidak hilang, tentunya mereka akan kesulitan memetik buah dan/atau berjalan di permukaan licin ketika hujan.